Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Alumni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alumni. Tampilkan semua postingan

Lina Wijayanti Terapkan Resep 3B

Written By Apa Kabar Unesa on Jumat, 06 April 2012 | 22.14

Kuliah itu bermain. Kuliah itu belajar. Kuliah itu berbagi. Inilah pandangan unik Lina Wijayanti tentang perkuliahan. Lina, panggilan akrabnya, tidak menyangka tiga resep perkuliahan ini membawanya menjadi wisudawan terbaik FIP.
            Goresan ide dalam skripsinya yang berjudul “Pengembangan Konsep Pecahan dengan Representasi Bangun Datar dalam PMRI Melalui Design Research di Kelas V SD Laboratorium Unesa” mengantarkannya lulus dengan masa studi 3,5 tahun, dan menyandang predikat cumlaude.
Lulus lebih awal dibanding teman seangkatannya, bukanlah perkara mudah. Gadis berkerudung yang aktif berorganisasi tersebut harus pandai membagi waktunya. Agendanya sering berbenturan antara jadwal kuliah, tugas, kepanitiaan, dan pekerjannya sebagai co.ass lab. “Tapi yang jelas, saya membuat sebuah 'daily activity' yang saya tempel di kamar sebagai solusi”.
            Saat ditanya mengenai keberaniannya untuk lulus 3,5 tahun. Ia menjawab, “Ceritanya panjang. Tapi yang jelas saya berterima kasih kepada Ibu Neni Mariana, S.Pd.,M.Sc. karena  sudah sepenuhnya membimbing saya dan menantang saya untuk mengambil program skripsi lebih awal,” ungkapnya haru.
            Calon tenaga pendidik yang memiliki prinsip bola bekel dan dandelion itu mengungkapkan keinginannya mencari ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, ilmu/pendidikan itu spesial dan akan menjadikan seseorang spesial. (Ema)

Dr. Darni, M.Hum, Angin Segar untuk Kritik Sastra

“Saya belajar dengan giat, yang terpenting fokus pada kuliah, dan lulus tepat waktu. dan meraih predikat pujian memang impian saya” tutur Dr. Darni, M.Hum. Ia merasa bangga telah meraih IPK 3,822 pada Program S3 Pascasarjana Unesa.
    Menjalani aktivitas sebagai tenaga pendidik dan mahasiswa membuat Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FBS Unesa itu harus pintar-pintar membagi waktu. Niat mengembangkan ilmu, menjadi motivasi utamanya. “Saya studi sambil melaksanakan darma pengajaran, yakni mengajar dan membimbing skripsi. Semua dapat saya laksanakan dengan baik karena niat utama saya mengabdi” Jelasnya.
Sosok yang tertaik menekuni studi perempuan itu menulis disertasi Kekerasan terhadap perempuan dalam Fiksi Jawa Modern: Kajian New Historicism”. Ia menggunakan teori new historicism untuk membedah fiksi Jawa. Menurutnya teori ini relatif baru dan belum banyak ditulis orang. Melalui karyanya itu, Darni berharap  dapat memberikan angin segar pada dunia kritik sastra, khususnya kritik sastra Jawa modern. Melalui karyanya, perempuan yang menamatkan gelar Master Ilmu Sastra di Universitas Indonesia itu berharap dapat mengangkat citra perempuan yang selama ini masih termarginalkan dan banyak mengalami kekerasan.
Sebelumnya, mantan Kepala Pusat Studi Wanita Unesa 2008 juga mengkat isu wanita dalam karya-karyanya. Kemandirian Wanita Jawa dan Bali  (Sebuah Kajian Sastra Bandingan), Fenomena Baru dalam Tulisan Wanita Sastra Jawa Modern Menjelang Tahun, dan Arah Perjuangan Perempuan dalam Fiksi Jawa Modern telah lahir dari buah pikirannya. (Ayu)

Endah Emawati, Mahir Berakrobat

“Perlu mahir berakrobat untuk menjalani dua aktivitas,” tutur Endah Emawati. Diakuinya selama menempuh studi, dia harus benar-benar pintar membagi waktu agar pekerjaan dan kuliahnya dapat berjalan lancar. Kini perjuangannya menyelesaikan studi S-2 terbayar sudah. Wanita yang berprofesi sebagai editor ini meraih IPK tertinggi 3,70.
Faktor lingkungan telah mendorong editor Harian Surya itu terus belajar. Teman-temannya selalu memberikan semangat. Menurutnya, butuh tiga kali lipat usaha  agar tidak ‘malu-maluin’ ketika berbicara dengan para dosen dan guru senior. Lebih jauh, usaha Redaktur Pelaksana Tabloid Anak Hoplaa tahun 1994-2000 itu, menuntut dirinya untuk tegas, dan membiaskan diri bekerja dengan target waktu dan hasil. Target waktu jangka pendeknya, menyelesaikan tugas sebelum batas terakhir. Target itulah, motivasinya lulus dalam waktu empat semester, “jika ada kesempatan, saya ingin melanjutkan studi, yang pasti semua itu indah pada waktunya” ungkapnya.
    Tesis berjudul “Petualangan dalam Cerita Anak “Serial Sandi” dan “Serial Anak-anak Leuser” karya Dwianto Setyawan” yang dipilihnya. Menurutnya, cerita anak ikut menjadi dasar pertumbuhan anak. Melalui, cerita anak, orang dewasa dapat menyampaikan pesan dengan cara yang menyenangkan. Sayangnya, cerita anak yang dibuat orang dewasa biasanya membosankan karena sarat nasihat. Seyogyanya cerita anak dibuat dengan mengikuti karakter anak sehingga pembaca akan terbawa dalam kisah itu. Tanpa nasihat berpanjang-panjang, anak akan memahami pesan melalui para tokoh dan jalinan cerita.
Menurutnya, Anak butuh petualangan yang mendorong imajinasinya. Petualangan menjadi bagian penting dalam cerita anak. Dalam petualangan terselip nilai pendidikan dan nilai personal. Serial Sandi dan Serial Anak-anak Leuser karya Dwianto Setyawan mewakili petualangan, imajinasi, rasa ingin tahu, dan kisah mendebarkan. “Menariknya, Dwianto mengambil latar belakang situs sejarah di Jawa Timur dan Kalimantan serta taman ekowisata Hutan Leuser di Aceh. Lokasi itu tidak sekadar ditempelkan, tetapi juga menjadi bagian dari cerita,”  jelasnya. 
Penulis sekitar 200 cerita anak itu mengaku memahami dunia anak. Karya-karyanya pernah diterbitkan Edumasa dan Edumedia. Cerita anak Poksai Biru milikinya mendapat penghargaan tingkat nasional Adikarya IKAPI tahun 2000. (Ayu) 

Dina Hanif Mufidah: Makin Tertantang untuk Belajar

Written By Apa Kabar Unesa on Jumat, 30 Maret 2012 | 00.01

Prestasi membanggakan ditore­hkan alumni Universitas Negeri Surabaya. Dina Hanif Mufidah terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Amazing Mind 2012 di Da Nang, Vietnam, Februari lalu. Banyak hal menarik yang didapat Dina kala menjadi perwakilan dalam ajang konferensi internasional bagi guru-guru bahasa Inggris tersebut. Selain lebih banyak mengenal socio cultural negara-negara Asean, sebagai pendidik ia semakin tertantang untuk be­lajar dan terus belajar.

Ditemui usai mengikuti ujian su­sulan UKA (Uji Kompetisi Awal) di gedung Lem­baga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Ketintang Wiyata beberapa waktu lalu, perempuan yang kini mengajar di SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru (GKB) memaparkan banyak hal terkait ke­ikutsertaannya mewakili Indonesia dalam ajang Amazing Mind 2012.

Dina memaparkan bahwa pada awal­nya ia sama sekali tak menyangka bisa ter­pilih menjadi salah satu peserta yang berhak mewakili Indonesia dalam ajang in­ternasional. Semua itu bermula dari keikutsertaannya dalam seleksi guru Bahasa Ing­gris yang diadakan oleh Pearson, sebuah lembaga pendidikan yang bermarkas di Ing­gris beberapa bulan lalu. Para guru terbaik yang terpilih itulah yang akan mewakili ti­ap negara untuk bertemu dalam sebuah kon­ferensi bagi guru-guru Bahasa Inggris. “Ke­betulan tahun 2012 ini, Amazing Mind di­a­da­kan di Da Nang, Vietnam,” papar Dina.

Untuk bisa mengikuti Amazing Mind, lan­jut Dina, seleksinya cukup ketat. Selain pi­hak Pearson mencari sendiri, peserta diseleksi me­lalui pengiriman karya. Seleksi dilakukan tidak hanya jenjang SD, tetapi hingga Per­guruan Tinggi. “Seleksi masing-masing jen­jang tentu berbeda. Untuk seleksi bagi gu­ru SD lombanya bernama Story Telling for Primary Teacher. Alhadulillah pada katagori itu saya terpilih menjadi juara pertama me­lalui dongeng Winne the Witch and the Burglar,” jelasnya.

Dina menambahkan, sebenarnya me­tode mendongeng yang diusungnya ter­bilang kalah canggih dari segi teknologi karena peserta lain sudah menggunakan pe­rangkat komputer yang canggih. Namun, mungkin karena ia menyampaikan dongeng itu dengan gaya bertutur dipadu gerak tea­terikal sehingga mampu membuat juri hanyut dalam cerita tersebut. “Alhamdulillah, sa­ya berhasil mendapat juara pertama pada kom­petisi Pearson Story Telling for Primery Teacher,” ungkap perempuan yang memang ho­bi mendongeng ini.
Winne the Witch and the Burglar ini men­ceritakan perjuangan sang penyihir yang tidak pernah menyerah dalam mempelajari ilmu sihir baru meski berkali-kali gagal. Pesan yang disampaikan dalam cerita tersebut ada­lah sebuah ajakan agar para siswa selalu ber­semangat dalam belajar dan tidak pernah pu­tus asa karena suatu saat akan ada hasil yang diraih.

Menambah Wawasan

Mengikuti ajang internasional sema­cam Amazing Mind bagi Dina merupakan ke­banggaan tersendiri. Dari ajang seperti ini, Dina mengaku dapat memperkaya kha­sanah dirinya dengan pengetahuan dan pengalaman, sekaligus menjadi wakil In­do­nesia dan membawa nama bangsa di ajang internasional. 

“Banyak hal yang bisa saya pelajari dari ajang internasional ini. Kami bisa saling me­ngenal kultur sosial masing-masing negara peserta serta perkembangan pen­di­dikan di masing-masing negara. Yang paling mem­buat saya makin termotivasi adalah se­mangat untuk terus belajar dan belajar,” tegasnya.

Dina menyayangkan masih ba­nyak­nya guru yang belum sadar betul dengan pro­fesinya sehingga kerap dijumpai banyak guru yang masih asal-asalan dan belum to­tal dalam menjalankan perannya sebagai pen­didik sekaligus pengajar. Padahal, guru ada­lah sumber motivasi bagi anak didiknya. Bagaimana anak-anak bisa belajar sesuatu jika tak banyak motivasi yang didapat dari sang guru.  Karena itulah, Dina bertekad untuk semakin total dalam menjalankan perannya sebagai guru. 

Di Vietnam, Dina tidak lagi diminta mendongeng karena mendongeng hanya teknik seleksi saja. Dalam Amazing Mind 2012 di Vietnam itu, para peserta saling presentasi dengan peserta dari negara lain tentang metode pembelajaran Bahasa Inggris yang paling tepat yang dimiliki. Sehingga bila memang itu dianggap tepat, bisa digunakan peserta lain di negaranya masing-masing.

Pearson Story Telling for Primery Tea­cher merupakan kompetisi bagi para guru mu­lai jenjang SD hingga Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pearson, sebuah lem­baga penerbitan dan pembelajaran ba­hasa Inggris yang berpusat di Inggris. Sa­lah satu tujuannya adalah mencari teknik pe­ngajaran Bahasa Inggris yang tepat bagi siswa. (sir/man)

Berita

Sharing

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Apa Kabar Unesa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger